Kamis, 17 Maret 2011

I'll never go


“Percaya padaku”
by nda

Aku harus pergi.
Janganlah bersedih.
Tak usah kamu takut,,
senyum, tawa, janji dan cintamu akan selalu kubawa
tuk menghibur dan menemaniku menatap hari esok.
Tak usah kamu ragu,
ku pasti akan kuat,,,
kuyakin mata dan hatiku terbuka hanya oleh senyummu.
Tak akan ada kata dusta,
Tak akan ada kata perpisahaan.
ku kan bawa semuanya hanya untukmu,,
hanya untukmu.
“percaya padaku,,,


"Walau kita berada pada tempat yang berbeda tapi aku percaya pegangan kita yang sama akan mempertemukan kita."
Begitulah kucoba menyakinkanmu tuk menaiki tangga itu.

Benar2 tak terasa 1, 2, dan 3, begitulah hitungan tangga yg tlah kita lewati,,
Sungguh kokoh pegangan itu, sehingga tak satupun mampu merobohkannya walau langkah ke tiga kamu pernah terpleset tapi pegangan itu masih mampu membantumu.

Kini tangga ke 4 tersenyum sinis di depan kita. Seakan mengejek.
Kucoba semakin kuat dan berharap kamu juga kuat dan tetap percaya pada pegangan yang pernah kita buat. 

Namun kali ini, tangga itu terlihat semakin licin dan kutahu kamu terpleset lagi.
Namun sayang pandanganku saat ini kabur, sekelilingku gelap mencekam.

Hatiku semakin gelisah, harapanku terombang ambing.
Dan tak ada kata yang sanggup kutorehkan lagi disini.

Selalu kucoba semakin kuat, percaya kamu akan akan datang dengan senyum itu, membantuku mencapai tangga berikutnya, 
Tapi sampai kapan aq diselimuti kabut ini, sampai kapan aq menunggu tanpa pegangan darimu?


17’03’11 : by nda
Kapan kamu akan bangkit berdiri ?
Memberiku pegangan itu.
Masihkah kamu mempercayakan pegangan itu untukmu dan untukku?
Ataukah kamu merusaknya ?
Atau bahkan membuangnya,?

Kutakkan mungkin sanggup berjalan sendiri tanpa pegangan itu,
“Plisss bawa dia kembali untukku dan untukmu”








Tidak ada komentar:

Posting Komentar